Benarkah Ganja Sebagai Obat Kangker Masa Depan

zoodress.com – Selama ini peredaran ganja adalah hal yang ilegal dan menimbulkan kontroversi dalam dunia kesehatan. Namun kini sudah hampir semua orang telah mendengar bahwa ganja bisa meringankan penderitaan yang disebabkan oleh penyakit kanker, contohnya efek samping menyakitkan yang diakibatkan oleh kemoterapi.

Tanaman ini bisa mencegah mual, merangsang nafsu makan, dan membuat tidur menjadi pulas. Informasi ini pun sudah beredar banyak sekali di Google, namun bagi para pembaca diharapkan jangan menelan mentah-mentah informasi seperti ini. Pasalnya mengonsumsi ganja ditengarai memicu penyakit jantung yang berujung kematian. Lalu benarkah tanaman ini bisa menyembuhkan kanker ?

Dilansir dari merdeka.com jika di Inggris ada seorang kakek bernama Mike Cutler berusia 63th yang tidak meragukan lagi soal keampuhan ganja setidaknya untuk penyakit kanker liver yang dideritanya. Dia menerima transplantasi liver pada 2009, namun kanker itu kembali ditahun 2012 dan menyerang organ yang lain.

Cutler berusaha mencari obat alternatif tetapi dia tidak menemukannya. Kemudian ia mengkonsumsi minyak ganja atas inisiatifnya sendiri selama 3 hari dan lama kelamaan rasa sakitnya hilang seketika. Ia menemukan khasiat minyak ganja pun dari salah satu situs video di Youtube.

Setelah beberapa saat lamanya, Cutler memeriksakan kankernya di rumah sakit. Ia terkejut karena sel kanker dalam livernya dinyatakan hilang. “Menemukan bahwa aku akan mati sangat menakutkan. Yang kumiliki saat itu hanya laptop, dan aku menggunakannya untuk mencari apa yang bisa menolongku,” ungkap Cutler.

Dia memberi minyak ganja dalam bentuk kapsul dan mengkonsumsinya setiap hari. Kini ia menanam ganja untuk berjaga-jaga apabila kankernya datang lagi, dan ia juga bekerja sama dengan dokter untuk menggunakan ganja sebagai obat dengan Professor David Nutt di Inggris.

Bahkan kini telah banyak penelitian bahwa cannabinoid yang terkandung didalam ganja dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker, menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang memberi makan tumor dan juga membantu mengatasi rasa nyeri, lelah, mual, dll.

Penelitian lain menemukan bahwa banyak sel kanker yang mati ketika terkena oleh paparan tetrahidrocannabinol (THC), yang merupakan zat psikoaktif di dalam ganja. Para ahli lain juga mengatakan bahwa cannabinoid di dalam ganja memiliki sifat anti tumor.

THC juga dapat mengurangi kemampuan penyebaran sel kanker dan khasiat lain dari THC adalah mampu membunuh sel kanker tanpa membunuh sel normal.

Berbagai jenis kanker telah terbukti mengalami perbaikan setelah terpapar oleh THC, mulai dari kanker otak (glioma), kanker paru, kanker darah (leukemia), dan kanker payudara. Pada kanker otak, THC telah terbukti dapat membunuh sel kanker dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru, Pada kanker paru, THC terbukti dapat menghambat penyebaran kanker. Pada leukemia, THC menyebabkan terjadinya kematian sel kanker (apoptosis). Pada kanker payudara, THC telah terbukti dapat menghambat proliferasi, metastasis, dan pertumbuhan sel kanker.

Cannabinoid di dalam ganja dapat membunuh sel-sel kanker dan menghancurkan tumor ganas dengan mengganti fungsi gen ID-1 yang merupakan protein yang berperan penting sebagai konduktor sel kanker.

Gen ID-1 ini aktif selama perkembangan manusia saat embrio, yang kemudian berhenti bekerja. Pada beberapa kasus kanker payudara dan berbagai kanker metastatik lainnya, gen ID-1 ini kembali aktif dan menyebabkan pertumbuhan sel ganas.

Kini banyak peneliti yang sedang mencoba menggunakan THC dan cannabinoid sebagai terapi kombinasi dalam obat kemoterapi yang dapat membunuh sel kanker dan tidak ikut membunuh sel sehat, sehingga berbagai efek samping obat kemoterapi pun dapat berkurang.

Kita tunggu saja kabar dari tenaga medis disekitar kita langsung tentang kebenaran khasiat ganja ini. Semoga obat kanker segera dapat ditemukan dan tentunya diterapkan agar saudara-saudara kita diluar sana bisa sembuh dan terbebas dari kanker.